Saya Ingin Menjadi Supermen
Setiap individu memiliki harapan dari
tindakan berkelanjutan yang mereka ambil. Sebagai contoh kecil adalah kekuatan
suci, yakni harapan. Harapan menimbulkan pemikiran dan tujuan kedepan yang
begitu memengaruhi individu. Ini membentuk sudut pandang sebagai sosok
cita-cita yang mendasari tindakan dan keputusan.
Tiap individu melanjutkan jenjang
pendidikan hingga ke bangku kuliah. Tentu dengan dasar dan pilihan yang sesuai
dengan kemampuan tiap-tiap individu. Di awal menempuh kuliah mereka memiliki
satu tujuan pasti yang seolah tak akan goyah, namun itu semua memiliki
perjalanan waktunya masing-masing. Hal-hal demikian dapat merubah pandangan
awal dari individu.
Ada beragam faktor yang menjadikan
seseorang membelokkan atau memutuskan jalur awal yang ia tempuh untuk sebuah
cita-cita yang mereka gadang-gadang sebelum masuk dalam lingkup bangku kuliah.
Pertama; individu tidaklah hidup sendiri, terutama di kehidupan perkuliahan. Mereka
akan bertemu dengan beragam fantasi pemikiran dari masing-masing individu yang
ia kenal. Semakin dalam ia merenungkan fantasi tersebut, alam pikirnya akan
hanyut oleh pemikiran tersebut. Ia akan tertarik dan mulai memikirkan hingga
menghayalkan apa yang tadi di tuturkan oleh teman tersebut.
Kedua; pengaruh oragnisasi merupakan
hal penting dalam peningkatan kemampuan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan
seseorang maupun kelompok. Di sini ia akan di tempatkan pada posisi berdiri
sendiri yang mengikat pemikirannya. Akan belajar dari lingkungan yang ia hadapi
seperti dalam organisasi tersebut.
Tiap orang memasuki sebuah organisasi
adalah dengan alasan. Tentu berkaitan dengan cita-cita, namun tetap hal
demikian tidak dapat menjamin individu untuk dapat meraih cita-citanya, bahkan
terbang seperti supermen. Karena organisasi akan membentuk pemikiran dan
menguatkannya hingga memiliki ideologi penguatan terhadap organisasi tersebut.
Banyak dari mereka dapat bertahan dalam organisasi namun banyak pula yang tergelincir
dan berhenti di tengah-tengah karena meresa tak mampu dan terbebani.
Ketiga; peluang dan keberuntungan. Ada
beragam peluang yang diberikan oleh beragam perusahan. Beragam peluang itu
tidak semuanya sesuai dengan latar belakang pendidikan dan tujuan seseorang.
Banyak diantara peluang itu hanya satu yang memungkinkan untuk di ambil. Namun juga
tetap memiliki rintangan, yakni pesaing. Tapi semua itu dapat berubah dengan
adanya keberuntungan di pihaknya.
Saya
Ingin Menjadi Supermen.
Itu adalah kata yang dapat mewakilkan harapan dan cita-cita setiap individu.
Bagaimana tidak, mereka melanjutkan pendidikan hingga kejenjang perkuliahan
layaknya supermen yang sedang terbang. Mereka berangan untuk dapat hidup sesuai
harapan mereka dan menggapai cita-cita dengan mudah. Tapi begitu banyak
diantaranya jalan berkelok yang membuat mereka tidak dapat mewujudkan
cita-cita.
Hanya sepersekian individu dapan
mencapai cita-cita yang mereka harapkan dan menjadi seorang Supermen. Hidup
bukan untuk nomaden. Hidup adalah untuk bergerak dan berfantasi. Tiap fantasi
menimbulkan secuil harapan yang akan mempengaruhi dan membimbingnya. Meski
kadang meleset dari cita-cita, namun terkadang pula itu lebih baik dari sebuah
cita-citanya.