Limitles
Eddie Morra yang meiliki pekerjaan sebagai penulis. Namun karena ia merasa buntu dan tak memiliki ide lanjutan akhirnya ia di pertemukan dengan Vernie, ia adalah kakak dari mantan istrinya. Ia memberinya sebuah pil yang bentuknya sangat aneh. Sebenarnya ia enggan untuk memakan pil itu namun akhirnya dia memakannya juga. Efek yang ditimbulkan dari pil itu sangatlah luarbiasa. Dia menjadi seorang pribadi yang rajin dan memiliki kecerdasan yang luarbiasa. Jalan pikirannya menjadi terang dan memberinya ide-ide dari semua permasalahan yang muncul. Dengan memakan pil inilah akhirnya ia dapat menulis novel dalam waktu satu malam. Di pagi berikutnya saat ia bangun dari tidur. Ia merasa khasiat dari pil itu telah menghilang. Pemikiran-pemikiran cerdas pun enggan muncul dari benaknya.
Ia pun akhirnya menemui Vernie untuk meminta sejumlah pil untuk persediaannya. Namun ternyata dia telah tewas. Dan akhirnya ia menelusuri semua bagian dari rumahnya untuk menemukan pil ini. Ia pun menemukan satu bungkus penuh pil yang dapat ia konsumsi selama tiga bulan. dari sinilah ia mulai menantang hari-harinya untuk mendapatkan kecerahan.
Suatu hari ia menyadari bahwa menulis saja tidak cukup. Maka ia memutuskan untuk masuk kedalam dunia perusahaan. Di sini ia memutuskan untuk meminjam uang kepada seorang rentenir untuk memulai investasinya di bidang pembelian saham. Dia pun berhasil menjebol saham hingga menguntungkannya milyaran rupiah. Hal ini telah berlangsung beberapa bula dan ia pun kini harus membayar uang yang dipinjamnya itu kepada rentenir. Saat itu ia tengah kehabisan efek dari penggunaan pil. Saat ia akan menelan pil, ternyata diketahui oleh si rentenir dan ia pun menelannya. Hingga akhirnya ia datang kembali untuk meminta stok pil yang dirasanya sangat luar biasa.
Dari sinilah persaingan diantara keduanya berlanjut. Keduanya menjadi seorang investor jual-beli saham yang sukses. Di dalam perusaahaan investor ini ia menjadi tangan kanan Carl Van Loon yang ternyata adalar pengedar awal sebelum kakak iparnya.
Suatu hari si rentenir ini meminta lebih dari sekedar stok pil ini. Ia pun mencoba membunuh Eddie Morra di apartemennya. Di tempat ini ternyata dialah yang terbunuh. Pil yang ia makan telah ia ubah cara pemakaiannya agar lebih lama bertahan dalam penggunaannya. Ia menyuntikkannya ke tubuh agar dapat bertahan lebih lama. Disaat ini pula Eddie Morra telah kehabisan efek dari pill ini. Untuk mengalahkan anak buah yang dibawa si rentenir yang masih berusa membunuhnya. Ia pun meminum darah si renterir yang mengancung pil itu. Dan dalam waktu seketika efeknya telah berpengaruh ke dalam tubuhnya dan ia berhasil membunuh kedua anak buah si rentenir.
Empat belas bulan berlalu setelah kejadian itu. Eddie Morra akhirnya mencalonkan diri sebagai seorang Senator. Disaat itu Carl Van Loo mendatanginya. Ia mengatakan untuk kembali bekerjasama dengannya dan meminta stok pill miliknya. Bahkan ia juga mengancam telah menghancurkan semua laboratorium pengembang pill miliknya. Namun sayang si Eddie Morra telah memiliki banyak laboratorium pengembang yang jauh dari jangkauan Carl Van Loo. Bahkan kemampuan dari efek pill yang ia minum telah jauh lebih meningkat. Kini ia bahkan sanggup melihat masa depan yang akan terjadi.
Film ispiratif ini member kita sebuah sensasi dari efek penggunaan pill yang dapat meningkatkan 100% sistim kerja otak kita. Memberi kita semangat luarbiasa untuk menjalani hidup. Tapi efek buruk dari penggunaan pil ini adalah jangka waktu harian kita yang menjadi terasa pendek karena berbagai pemikiran kita yang menimbulkan sebuah bayangan baru dari keberadaan diri kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar