Davidsukma.blogspot.com|tengok cerpen dan puisi|resensi buku dan film|dan berbagi ilmu bersama|

Senin, 14 Januari 2013

Tangis Halal Penjual Berambang



"Berambang 15 ribu per kilonya, Bu. Mau beli berapa kilo?" ujarnya sembari menyeka keringat yang berbulir di sudut kening dengan jarit cokelat yang lusuh.
Kulitnya coklat hampir gelap terbakar terik.
Berjual di emper toko-toko lingkung pasar.
Menari pengunjung untuk membeli bulir merah pedas.
Tak peduli tubuh berselimut debu.
Tak peduli bermandikan keringat dan terpayungi terik.
Demi anak dan keluarga, ia mengais setitik rezeki halal.
Meski hati teriris penawar tega karena harganya mencekik tulang rawan
Ia tetap tabah
Ia tetap tegar
Menebar senyum semerbak mawar demi membetahkan pembeli
Sesekali ia tertawa oleh bualan ngawur mereka
Ia tetap ramah dengan hati seluas lapang
Dalam diam ia menangisi derajat hidup di mata orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar