Sukses bukan alasan karena berkecimpung di dunia
yang benar. Sukses berimbas pada alasan kenapa dapat hidup dan tidur nyenyak.
Memahami kondisi pribadi dan mengimbanginya dengan motivasi. Usaha keras
merupakan jalan kesuksesan yang dapat menuntunmu. Bukan berarti semua itu
adalah kunci utama.
Ada banyak faktor pendukung. Jalaur masuk dan
lingkungan yang tepat juga menjadi alasan. Orang-orang terdekat dan dorongan
untuk menjadi lebih dari yang lainnya. Tidak ingin kalah dan pantang menyerah.
Jalan memang berliku dengan segala dampak dan usaha keras
untuk mencapainya. Tapi terlepas dari itu semua tidak ada sedikit pun hal yang
tidak masuk akal dan merugi. Hikmah merupakan ujung kesadaran individu yang
nantinya memberimu penerang dan pikiran luas akan kehidupan. Ikatan-ikatan yang
kau miliki. Senyuman yang menghiasi hari-hari. Sinar mentari yang terbit
memberi harapan dan kehangatan. Tawa-tawa yang tak akan menghilang dengan
mudah. Kumpulan nama yang menerima keberadaanmu dan membuatmu berarti. Hati
yang saling berbagi. Peraduan dan aduan yang pilu. Semua memiliki kesan tak
kentara di dalam sini. Hati. Tak dapat tergantikan oleh keegoisan individu.
Kemudian hadirnya suara orangtua, menjadi tanggung jawab yang harus di
wujudkan.
Semua itulah faktor kesusksesanku kelak. Tidak
terfokus pada satu hal. Itu tidak mungkin dan tidak benar. Meski terkadang kita
memandang tujuan sukses dan hidup mapan adalah pilihan paling tepat, kita tidak
dapat lepas dari materi kehidupan kita selam ini. karena itulah kenapa kita
semua di wajibkan untuk bersyukur.
Air beriak jernih mengalir ke tempat yang semakin
luas dan luas. Hidup pun demikian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar