Davidsukma.blogspot.com|tengok cerpen dan puisi|resensi buku dan film|dan berbagi ilmu bersama|

Senin, 04 Februari 2013

Kelak Seperti Ini



Sukses bukan alasan karena berkecimpung di dunia yang benar. Sukses berimbas pada alasan kenapa dapat hidup dan tidur nyenyak. Memahami kondisi pribadi dan mengimbanginya dengan motivasi. Usaha keras merupakan jalan kesuksesan yang dapat menuntunmu. Bukan berarti semua itu adalah kunci utama.
Ada banyak faktor pendukung. Jalaur masuk dan lingkungan yang tepat juga menjadi alasan. Orang-orang terdekat dan dorongan untuk menjadi lebih dari yang lainnya. Tidak ingin kalah dan pantang menyerah.
Jalan memang berliku dengan segala dampak dan usaha keras untuk mencapainya. Tapi terlepas dari itu semua tidak ada sedikit pun hal yang tidak masuk akal dan merugi. Hikmah merupakan ujung kesadaran individu yang nantinya memberimu penerang dan pikiran luas akan kehidupan. Ikatan-ikatan yang kau miliki. Senyuman yang menghiasi hari-hari. Sinar mentari yang terbit memberi harapan dan kehangatan. Tawa-tawa yang tak akan menghilang dengan mudah. Kumpulan nama yang menerima keberadaanmu dan membuatmu berarti. Hati yang saling berbagi. Peraduan dan aduan yang pilu. Semua memiliki kesan tak kentara di dalam sini. Hati. Tak dapat tergantikan oleh keegoisan individu. Kemudian hadirnya suara orangtua, menjadi tanggung jawab yang harus di wujudkan.
Semua itulah faktor kesusksesanku kelak. Tidak terfokus pada satu hal. Itu tidak mungkin dan tidak benar. Meski terkadang kita memandang tujuan sukses dan hidup mapan adalah pilihan paling tepat, kita tidak dapat lepas dari materi kehidupan kita selam ini. karena itulah kenapa kita semua di wajibkan untuk bersyukur.
Air beriak jernih mengalir ke tempat yang semakin luas dan luas. Hidup pun demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar