Davidsukma.blogspot.com|tengok cerpen dan puisi|resensi buku dan film|dan berbagi ilmu bersama|

Rabu, 25 April 2012

Menjadi Bayang?


Menjadi Bayang? 
Terurai 25 April 2012

Rasional membawamu dalam sebuah keputusan klimaks yang akhirnya menguntungkan dan sebuah kenang pengalaman hadir sebagai buah hikmah sebuah keputusan.

Awalnya kau ragu, baiknnya ini kau ambil atau kau tinggal. Sebuah rasa menyeruak membawamu ke dalam mangsa gelap. Tapi coba melawan pertahankan sebuah pikir dari titik anti emosional. 
Awalnya berat, apakah akan kau terima sebagai sebuah tantangan atau akan kau biarkan berlalu sebagai sebuah beban. Ini hadir di setiap jiwa manusia. Menggerogoti teguh tiang penyangga iman. Biarkan mereka berbisik irama sumbang, dengarkan saja sekelumit pucuk kosa kata luarbiasa yang mereka kembang. Cukup kau dengar saja. lalu biarkan itu berlalu dan jangan kau ikuti. Turutilah jati diri milik pribadi. kita hidup berdasar ego dan nurani. 

kau ini sudah dewasa bukan? Jalani dan putuskan semua yang kau anggap benar. Pijakkan kaki kakimu untuk merangkai waktu yang penuh hasil. Tunjukkan kalau kau mempu berdiri sendiri jauh dari bayang-bayang orang lain. Untuk itu kah kau hidup, berdiri dibelakang orang lain, menjadi bayangan yang membawanya menjadi terang.

Ruang hidup ini jauh dan luarbiasa. Kau terlahir ditakdirkan untuk memiliki masa. Masa yang berdiri dari apa yang kau pijakkan. Maka terangilah jalan pijakmu dari dasar rasional dan rasa yang mengundang untung dan manfaat. Tinggalkan semua yang menghambat dan tak bermartabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar