Menjadi Bayang?
Terurai 25 April 2012
Rasional membawamu
dalam sebuah keputusan klimaks yang akhirnya menguntungkan dan sebuah kenang
pengalaman hadir sebagai buah hikmah sebuah keputusan.
Awalnya kau ragu, baiknnya ini kau ambil atau kau tinggal. Sebuah rasa menyeruak membawamu ke dalam mangsa gelap. Tapi coba melawan pertahankan sebuah pikir dari titik anti emosional.
Awalnya berat, apakah akan kau terima sebagai sebuah
tantangan atau akan kau biarkan berlalu sebagai sebuah beban. Ini hadir di
setiap jiwa manusia. Menggerogoti teguh tiang penyangga iman. Biarkan mereka
berbisik irama sumbang, dengarkan saja sekelumit pucuk kosa kata luarbiasa yang
mereka kembang. Cukup kau dengar saja. lalu biarkan itu berlalu dan jangan kau
ikuti. Turutilah jati diri milik pribadi. kita hidup berdasar ego dan
nurani.
kau ini sudah dewasa bukan? Jalani dan putuskan
semua yang kau anggap benar. Pijakkan kaki kakimu untuk merangkai waktu yang
penuh hasil. Tunjukkan kalau kau mempu berdiri sendiri jauh dari bayang-bayang
orang lain. Untuk itu kah kau hidup, berdiri dibelakang orang lain, menjadi
bayangan yang membawanya menjadi terang.
Ruang hidup ini jauh dan luarbiasa. Kau terlahir
ditakdirkan untuk memiliki masa. Masa yang berdiri dari apa yang kau pijakkan.
Maka terangilah jalan pijakmu dari dasar rasional dan rasa yang mengundang
untung dan manfaat. Tinggalkan semua yang menghambat dan tak bermartabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar