Rise Of The Planet Of Appes
Sebuah film sains yang menceritakan sebuah penelitian obat atau Penyembuhan kognitif memungkinkan otak menciptakan selnya sendiri untuk penyembuhan. Dalam biologi di sebut neurogenesiz. Bisa di bilang, obat untuk Alzcheimer.
Penelitian ini diawali dengan menggunakan simpanse no.9 yang efek sampingnya telah mampu mencerdaskan simpanse tersebut. Simpanse no.9 yang menjadi bahan eksperimen ternyata menunjukkan hasil yang signifikan. Dari hasil uji tes, kecerdasanyang ia tampakkan begitu mengagumkan. Saat Dr. Rodman Will mendeskripsikan hasil serum kepada para Dewan investor. Kera no.9 ini kabur dan mengamuk di dalam laboratorium bahkan hingga menuju ruang rapat para Dewan investor. Akhirnya ia harus di tembak mati oleh petugas. Karena kekacauan ini akhirnya para investor membatalkan investasinya.
Si kera no.9 ini mengamuk karena merasa bayi yang baru di lahirkannya akn di sakiti. Dan karena pemimpin penelitian (Steven) mulai meragukan usaha Will. Akhirnya ia memecatnya dan bayi kera ini pun di bawa pulang dan di jaga oleh Will. Namun ternyata di rumah diketahui bahwa bayi kera ini mengandung gen dari ibunya yang telah memasuki fase uji coba tingkat lanjut. Itu terlihat dari iris matanya yang memiliki bercak hijau. Bahkan si bayi kera ini pun menunjukkan tingkah dan kecerdasan layaknya manusia.
18 bulan berlalu. Kera ini di beri nama Cesar, ternyata ia memiliki kecerdasan setingkat dengan manusia. Hingga suatu hari ayah Will mulai merasa ketakutan karena dirinya akan segera mati oleh penyakit Alzcheimer yang di deritanya. Maka Will memutuskan untuk mencoba hasil penelitiannya itu. Ia suntikkan serum itu ke tubuh ayahnya. Esok harinya, ia mampu bergerak secara normal bahkan lebih sehat dari semula. Ingatannya pun lebih baik dari sebelumnya. Ia merasa sangat sehat. Akhirnya ia menganjurkan untuk mengajak si kera untuk jalan-jalan. Mereka bertiga pun pergi ke hutan, di sana si kera merasa sangat senang dan bebas. Setelah itu mereka menuju ke kebun binatang dan ke laboratorium tempat ibunya terbunuh.
Kini ia telah tumbuh menjadi kera dewasa. Pada tubuh ayah Will, ternyata efek obat itu mulai menurun. si kakek keluar rumah dan ia harus beradu mulut dengan tetangga sebelah. Cesar yang mendengar dan melihat kejadian itu merasa harus membela si kakek. Ia pun mendekat dan menyerang tetangga itu. hingga akhirnya Cesar harus di masukkan ke dalam tempat perlindungan kera.
Di sana ia bertemu dengan puluhan kera yang serupa dengannya. Namun tak ada satu pun dari mereka yang ramah kepadanya. Ia merasa kesepian di dalam kandang itu. Diperlakukan kasar ole penjaga dan di kucilkan bahkan di serang oleh kera lainnya. Ia pun kini merasa muak dengan perlakuan penjaga dan kepada Will yang mulai jarang menemuinya. Kini ia memutuskan untuk berbuat seuatu kepada para kera-kera itu. Cesar kabur dari tempat perlindungan dan kembali ke rumah. Di rumah ia mengambil beberapa tabung serum dan membawanya kembali ke tempat perlindungan kera.
Di tempat perlindungan itu ia membuka tabung gas itu dan menyebarkannya ke semua kera yang ada di sana. Esok harinya mereka merasa ada yang berbeda dengan dirinya. Mereka pun berkumpul di kandang utama. Seperti manusia dan tengah membahas sesuatu. Penjaga pun melihat tingkah aneh mereka dan membubarkannya, menyuruhnya masuk kedalam kandang mereka. namun hanya Cesar yang tak mau kembali kekandang. Penjaga mendekatinya memaksanya masuk. Namun Cesar menolak dan menyerangnya bahkan ia berbicara. Penjaga merasa kaget dan terancam.
Hari berikutnya, penjaga ini tebunuh oleh Cesar. Maka seluruh kera mulai menjalankan rencananya. Mereka semua keluar dari tempat perlindungan. 50 kera lebih membentuk sebuah pasukan, bergerombol berlarian kejalan menuju kesuatu tempat secara. Sesampainya di laboratorium, mereka melepaskan semua kera yang ada di sana dan menyebar subuah tabung serum. Kini mereka semua adalah kera yang memiliki kecerdasan setara dengan manusia. Mereka kembali melanjutkan perjalannannya menuju kebun binatang dan kembali melepas semua kera yang ada di sana.
Kini mereka berlarian melalui gedung-gedung. Para polisi yang mencoba menghentikan mereka pun merasa tak mampu untuk melawa. Pasukan kera ini pun sampai di sebuah jembatan besar penghubung pulau dan hutan. Di sana mereka di kepung oleh kawanan polisi. Namun percuma. Cesar yang memimpin gerombolan ini mengarahkan semua kera yang ada di sana untuk menyerang para polisi. Mereka pun berhasil mengalahkan para polisi itu namun sayang beberapa kera harus terbunuh.
Kini mereka melanjutkan perjalan menuju ke hutan. Sesampainya di sana tenyata ia diikuti oleh Will. Ia mengajak si kera untuk pulang kerumah. Namun sikera menolak. Ia mengatakan bahwa ia telah kebali kerumah aslinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar