Davidsukma.blogspot.com|tengok cerpen dan puisi|resensi buku dan film|dan berbagi ilmu bersama|

Minggu, 01 April 2012

Resensi Film Unknow


UNKNOW


Martin Harrys dan istrinya Liz tiba di bandara Jerman. Sesampainya di sana mereka langsung menuju kehotel untuk menginap dan sebagai tempat pertemuan dengan Pangeran Shada dan Profesor Bresstler  nantinya. Namun sesampainya di hotel. Harrys merasa koper yang berisi pasportnya tertinggal di bandara. Ia pun kembali ke bandara sedangkan istrinya masih mencoba cek in. dengan menaiki taksi yang di sopir oleh seorang wanita, ia menuju ke bandara. Namun di tengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam sungai. Karena benturan keras, Harry pingsan dan ia pun di selamatkan oleh si supir taxi (Gina).
Empat hari berlalu. Saat siuman dari koma, Harry ditanyai oleh dokter. Namun ingatannya kacau dan ia hanya mampu mengingat potongan-potongan ingatan kecil. Dari barang yang ia miliki, hanya ada jam tangan, pena, dan buku hariannya.
Saat ia melihat acara televise, ia melihat hotel yang seharusnya menjadi tempat ia menginap bersama istrinya dan tempat pertemuan dengan Profesor Bresstler. Ia pun bergegas menuju ke hotel tersebut. Sesampainya di sana ternyata tengah berlangsung acara pertemuan itu. ia pun menemui istrinya (Liz), namun Liz tak mengenalinya. Ia pun bersikeras menjelaskan semuanya kepada Liz. Namun tetap Liz tak mau mengakui bahwa ia adalah istri Harry. Hingga akhirnya muncul Martin Harrys yang lain dan Liz pun mengatakan bahwa dia adalah suaminya. Tentu saja Harry tak percaya dengan semua ini.
Setelah pertemuan itu ia pingsan dan saat sadar, ia telah kembali berada di rumah sakit. Ia menceritakan semuanya kepada dokter dan suster yang merawatnya. Saat dokter itu pergi. Suster memberinya sebuah alamat Dr. Jurgen, seorang mantan mata-mata Jerman.
Siang hari saat ia terbangun dari tidurnya, dilihatnya di lantai suster yang itu tergeletak dengan darah dan seorang pria berpakaian dokter pun mendekatinya dengan membawa suntikan. Karena merasa terancam ia pun melarikan diri. Ia dikejar-kejar hingga harus bersembunyi di kereta.
Kini ia menemui Dr. Jurgen untuk meminta bantuannya. Ia pun mengatakan semuanya dan memberitahukan bahwa ia dikirim oleh Dr. Cole untuk menghadiri pertemuan dengan Profesor brestler dan pangeran Shada. Setelah itu ia pergi dan mencari Gina yang telah menyelamatkannya. Saat berada di apartemen Gina. Mereka kembali diserang oleh orang yang tak mereka kenal namun keduanya berhasil melarikan diri.
Kini ia kembali bertemu dengan Dr. Jurgen. Ia menjelaskan tentang isi diary Harry yang berkaitan dengan kode-kode yang berhubungan dengan tanaman. Dari sini ia pun ingat bahwa koper miliknya tertinggal di bandara. Mereka berdua pun pergi ke bandara dan mengambil koper itu. Di restoran bandara karena merasa tugas Gina untuk memberitahukan siapa sebenarnya Harrys pun selesai. Mereka akhirnya berpisah. Namun ternyata Dr. Cole yang mengirimnya berada di sana dan membawa Harry dengan paksa menuju ke suatu tempat. Disana Dr. Cole menjelaskan siapa sebenarnya Harry dan apa tugasnya di sana. Dan ia pun berusaha membunuh Harry namun hal ini dapat digagalkan oleh Gina yang tiba-tiba datang dan berhasil menyelamatkan Harry.
Kini Harry benar-benar telah mengetahui siapa sebenarnya dia dan apa keperluannya ke Jerman. Ia pun kini telah mengerti kenapa Liz tak mau mengakuinya sebagai suaminya dan bahkan ada Martin Harrys lain yang menggantikan posisinya. Kali ini Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Harrys dan Gina kini pergi menuju hotel pertemuan itu untuk menghentikan tujuan Liz dan Hrrys yang satunya.
Di hotel itu mereka pun bertemu, karena bom yang dipasang oleh Liz dan Harrys meledal dan Liz pun tewas terkena ledakan itu. kini tinggal Harrys yang harus mengehtikan Harry yang satunya lagi untuk menyelesaikan misinya. Ia pun berhasil membunuh Harrys yang satunya. Karena ledakan bom itu tak berhasil menewaskan Profesor bresstler dan Pangeran Shada. Akhirnya Profesor Bresstler pun menyerahkan hasil penelitiannya kepada Pangeran Shada dan masyarakat seluruh dunia secara Cuma-Cuma tanpa hak cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar